HAKEKAT PRESTASI BELAJAR

prestasi belajar
Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa dalam segala hal yang dipelajari di sekolah yang meyangkut pengetahuan atau keterampilan yang dinyatakan sesuadah hasil penilaian untuk mengukur prestasi belajar siswa diperlukan suatu alat evaluasi berupa tes.

Beberapa jenis perilaku atau hasil belajar yang telah dikembangkan oleh para tokoh pendidikan diantaranya Benyamin S.Bloom, Jerome S. Bruner, Robert M. Gagne.



Prestasi Belajar
Prestasi Belajar
Ranah kognitif yang dikembangkan Benyamin S. Blom, yaitu :

1. Ingatan diantaranya seperti : menyebutkan, menentukan, menunjukkan, mengingat kembali, mendefinisikan.

2. Pemahaman diantaranya seperti : membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan.

3. Penerapan diantaranya seperti : menggunakan, menerapkan.

4. Analisis diantaranya seperti : membandingkan, mengklasifikasikan, mengkategorikan, menganalisis.

5. Sintesisi diantaranya seperti : menghubungkan, mengembangkan, mengorganisasikan, menyusun.

6. Evaluasi diantaranya seperti : menafsirkan, menilai, memutuskan.
Tahap kognitif yang dikembangkan Jerome S. Bruner, yaitu :

1. Penyajian Enaktif

Penyajian enaktif adalah penyajian yang dilakukan melalui tindakan, memiliki karakter manipulasi yang tinggi. Penyajian seperti ini sangat diperlukan oleh anak-anak yang mulai dapat memahami beberapa aspek realita/kejadian tanpa menggunakan imajinasinya atau kata-kata.

2. Penyajian Ikonik

Penyajian ikonik dilakukan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang menggambarkan suatu konsep tetapi tidak mendefinisikannya. Penyajian ini bergantung kepada visual organisasi sensorik anak.

3. Penyajian Simbolik

Penyajian simbolik ini dibuktikan oleh kemampuan seseorang untuk memikirkan proporsi dibandingkan objek, memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep dan untuk memikirkan alternatif yang mungkin dalam suatu cara kombinatunal.

PENGERTIAN METODE PEMBELAJARAN

Pengertian Metode Pembelajaran
Metode Pembelajaran

Metode atau juga disebut dengan teknik adalah cara yang digunakan untuk mengajarkan sesuatu. Sedangkan pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno, 2004; dalam M. Soffa ; 40).
Pengertian Metode Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang ditempuh oleh guru dalam meningkatkan segala kemampuan, hasil belajar siswa agar memiliki prestasi yang baik. Jadi agar tujuan pengajaran dapat tercapai guru harus mampu mengorganisir semua komponen sedemikian rupa sehingga antara komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis. (Suhito, 2000 ; 12 dalam M. Soffa : 42).

MEDIA PEMBELAJARAN POHON PERKALIAN

Media pembelajaran Pohon Perkalian tergolong sebagai media nonproyeksi yang berupa model, karena pada media pembelajaran Pohon Perkalian memiliki ruangan berupa gelas Aqua yang diistilahkan sebagai buah dari pohon. Media pembelajaran ini dapat digambarkan berupa pohon-pohonan yang rimbun. Pohon-pohonan itu memiliki buah yang didalamnya terdapat isi dari buah tersebut. Pohon-pohonan itu juga dapat berupa lukisan pohon yang rimbun pada papan styrofoam berukuran 1 m x 1 m dan sudah diwarna seperti pohon. Buah dari pohon tersebut dapat berupa gelas minuman yang sudah bekas. Isi dari buah dapat berupa kelereng.
Media Pembelajaran
Media Pembelajaran
Cara menggunakan media pembelajaran Pohon Perkalian tersebut adalah misalnya dalam mengerjakan soal berikut:

1. 2 x 7 = … Siswa memasukkan 7 buah kelereng ke dalam 2 gelas minuman yang sudah bekas.

2. 7 x 2 = … Siswa memasukkan 2 buah kelereng ke dalam 7 gelas minuman yang sudah bekas.

Artikel terkait:
Pengertian Media Pembelajaran
Jenis-jenis Media Pembelajaran
Trik Perkalian 11
Trik Perkalian 25
Perkalian Cepat



JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

media pembelajaran
media pembelajaran

Brown (dalam Sudrajat, 2008:1) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Sehingga, seorang guru sebagai sumber belajar seharusnya menyediakan beraneka ragam benda sebagai media instruksional dalam setiap pembelajaran, termasuk pembelajaran Matematika siswa kelas IV yang rata-rata berumur 9-10 tahun karena dalam periode ini termasuk periode konkret. Dengan media konkret, siswa tidak berfikir abstrak lagi dan siswa dapat memahami konsep lebih cepat.

Menurut Nugraha (2008:3-4), media pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Media nonproyeksi; meliputi:

a. Model, yaitu benda nyata yang dimodifikasikan.

b. Bahan grafis, yaitu media visual nonproyeksi yang mudah digunakan karena tidak membutuhkan peralatan dan relatif murah.

2. Media yang diproyeksikan; meliputi:

a. OHT (overhead transparansi), yaitu media yang paling banyak digunakan karena hanya membutuhkan bahan transparansi dan alat tulis.

b. Slide, yaitu media visual yang penggunaannya diproyeksikan ke layar lebar.

3. Media audio, yaitu media yang fleksibel karena bentuknya yang mudah dibawa, praktis, dan relatif murah (misal tape compo, pengeras suara).

4. Media video. Media ini digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi.

5. Media berbasis komputer. Media ini dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran yang sangat tinggi karena terjadi interaksi langsung antara siswa dengan materi pembelajaran.
Media Pembelajaran
Media Pembelajaran








Artikel terkait:
PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN








PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN







Media berasal dari bahasa Latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan (Sudrajat, 2008:1).

Menurut Purnamawati dan Eldarni (dalam Kusumah, 2008:1), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar.

Sejalan dengan pendapat Sadiman (1986:7) yang mengemukakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar dapat terjadi. Pesan yang dimaksud adalah materi pelajaran yang diberikan guru kepada siswa sehingga siswa termotivasi untuk menerima materi pelajaran.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa media merupakan alat perantara untuk menyampaikan ide, pesan dan gagasan. Pesan ini berupa materi pelajaran dari pengirim (guru) kepada penerima pesan (siswa). Karena fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa dapat terangsang sedemikian rupa sehingga proses belajar dapat terjadi.

MENGELOLA KERIBUTAN SISWA DI KELAS

Keributan siswa di kelas saat proses belajar berlangsung sangat sering terjadi. Tetapi keributan siswa di kelas saat KBM berlangsung tidak selalu mengindikasikan jeleknya kualitas mengajar atau KBM yang sedang berlangsung. Bahkan pada tataran dan taraf tertentu keributan tersebut justru menunjukkan kreativitas para peserta didik. Karenanya, siapa saja yang menjadi pemeran dalan proses belajar mengajar hendaknya mampu mengelola keributan siswa di kelas

Berikut beberapa teknis yang bisa diterapkan untuk mengelola keributan siswa di kelas agar menjadi lebih kondusif:

Berilah siswa pemahaman bahwa mereka boleh berkomunikasi dengan temannya saat pelajaran berlangsung sehingga keributan yang terjadi memang keributan yang terkait dengan pelajaran.

Buatlah indikator tingkat keributan yang bisa ditoleransi dan tingkat keributan yang harus dihindari.

Saat terjadi keributan, jangan memukul-mukul meja atau apa saja yang justru akan menambah suasana menjadi ramai dan tidak kondusif.

Mengelola keributan siswa di kelas dengan tindakan yang disenangi oleh anak dan mereka mudah melakukan instruksi yang kita lakukan. Contoh dari teknik ini antara lain:

mengajak anak menjawab halo ketika mereka mendengar suara halo dari kita. Hal ini akan lebih efektif ketika disepakati terlebih dahulu di awal pelajaran

buatlah sebuah tepuk permainan yang bisa dikerjakan dengan mudah oleh peserta didik sehingga saat sebagaian besar siswa mengikuti intruksi kita, siswa yang ramai pun akan segera mengikutinya

Ajak siswa melakukan gerakan yang sama, misal angkat tangan bersama, berdiri melambaikan kedua tangan dengan tanpa mengeluarkan suara dan sebagainya

Hindari mendiamkan siswa dengan cara teriak-teriak. Cara ini justru akan menjadikan keributan kelas semakin bertambah

Berilah reward bagi siswa yang bisa menjaga diri dari membuat keributan dan mampu memahami pelajaran dengan baik.

Jika mampu mengelola keributan siswa di kelas dengan efektif maka dipastikan dampak negatif dalam pembelajaran dapat diminimalisir sehingga hasil pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

MENGENAL SEKILAS TUMO

Kata Tumo merupakan penerjemahan kata candali ke dalam bahasa Tibet (Kata aslinya adalah Tumo, g di depan kata Tumo adalah penyesuaian oleh orang Barat, yang tidak bisa mengucapkannya dengan baik tanpa huruf g tersebut, sekarang kata gTumo inilah yang lebih dikenal). Tumo dikenal sebagai teknik yang diajarkan oleh para Lama Tibet. Tumo sendiri terdiri dari Tumo esoterik, Tumo eksoterik dan Tumo mistik. Perbedaan antara Tumo esoterik dan Tumo eksoteris tipis sekali, di mana Tumo eksoteris adalah Tumo yang diaplikasikan untuk penyembuhan. Sedangkan gTumo mistik mencakup penguasaan mantra.

Seseorang bisa mendapatkan Tumo dengan melalui usaha sendiri (yaitu dengan melatih napas) atau dengan mendapatkan angkur dari seorang Vajra Master. Tentu saja cara yang paling mudah adalah dengan mendapatkan angkur dari seorang Vajra Master. Tumo sendiri awalnya merupakan teknik untuk mempertahankan diri di suhu yang sangat dingin, karena di Tibet (Pegunungan Himalaya) suhunya bisa mencapai beberapa derajat di bawah nol. Banyak cerita yang menyebutkan orang Tibet yang duduk di atas es dan bisa melelehkan es tersebut dan badan orang tersebut berkeringat.

Tumo merupakan teknik mistik yang berasal dari ajaran seorang Pandita India, yaitu Naropa, (biasa dikenal sebagai enam tahapan yoga Naropa) yang bisa dilihat di bawah ini.
Candali (Tumo)
Mayakaya
Svapna
Prabhasvara
Antarbhava
Mahamudra

Tumo sendiri lebih mirip tenaga dalam. Dengan melatih Tumo secara rutin, jumlah tenaga dalam meningkat dengan cepat. Semakin rajin akan semakin baik kualitas energi yang bisa disalurkan. Memang sebaiknya untuk mencapai hasil yang terbaik anda harus mendapatkan angkur tingkat 3 atau Vajra Master. Tumo berbeda dengan tenaga dalam lain yang menarik energi dari luar untuk ditimbun di tubuh (tantien). Dalam Tumo yang terjadi adalah perubahan energi unsur air (ojas) menjadi energi unsur api (tejas). Di dalam tubuh manusia terdapat 3 jenis energi yaitu:
Prana, berunsur angin, sumbernya dari pernapasan.
Ojas, berunsur air, sumbernya dari minuman dan cairan, meliputi buah-buahan, air yang kita minum, susu, sayuran segar dan sebagainya.
Tejas, berunsur api, sumbernya dari makanan padat, meliputi makanan keras, padat, daging, ikan, telur, acar, dan bawang-bawangan.

Tumo menggunakan energi tejas, yang berunsur api, sehingga sifatnya panas. Dari pengamatan saya, hasil latihan Tumo sangat cepat. Mungkin ini disebabkan dalam latihan Tumo yang diolah adalah energi di dalam tubuh, yaitu merubah ojas menjadi tejas, sehingga hasilnya bisa lebih cepat.

Tingkatan dalam Tumo

Dalam Tumo terdapat 4 tingkatan, yaitu :
Tingkat Pertama (Respa)
Tingkat Kedua (High Respa)
Tingkat Ketiga (Master)
Tingkat Vajra Master

Pada tingkat Respa, praktisi akan mendapatkan angkur (inisiasi), di mana dalam proses angkur tersebut akan dibuka jalur energi dari praktisi, pembukaan tantien, serta energi angkur akan menjadi modal dasar bagi praktisi. Segera setelah mendapatkan angkur praktisi dapat menyalurkan energi Tumo bagi dirinya dan orang lain.

Pada tingkat High Respa, praktisi akan mendapatkan angkur tingkat kedua, di mana dengan angkur tersebut akan dibuka jalur yang lebih lengkap dari tingkat pertama. Setelah mendapatkan angkur tingkat dua, tingkat energi Tumo seorang praktisi akan meningkat 108 kali lipat dari tingkat pertama. Selain itu praktisi akan diberikan hak untuk menggunakan simbol atau pola energi, yang bisa digunakan untuk penyembuhan atau untuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tingkat Master, angkur yang diberikan akan meningkatkan tingkat energi praktisi menjadi 1000 kali lipat dari energi praktisi tingkat kedua. Pada tingkat ini praktisi akan diberikan pola energi tambahan (tergantung alirannya) dan juga teknik olah napas. Tingkat ke 3 ini diberikan secara selektif, karena pada tingkat ini energi seorang praktisi sudah cukup tinggi. Semakin tinggi tingkatan maka energi Tumo yang dimiliki akan semakin besar dan semakin halus.

Pada tingkat Vajra Master, praktisi tingkat 3 akan mendapatkan angkur tingkat ke empat. Dengan angkur ini, seorang praktisi mendapatkan wewenang untuk memberikan angkur dari tingkat respa sampai dengan tingkat Vajra Master kepada orang lain. Juga akan mendapatkan nama spiritual, perisai Vajra, senjata Vajra, dan kelengkapan lainnya. Selain itu pada tingkat Vajra Master diberikan pola negatifitas, sehingga tingkat Vajra Master ini diberikan sangat selektif. Jadi walaupun seorang Master Tumo memiliki dana yang cukup untuk mendapatkan angkur tingkat Vajra Master, kalau Master tersebut tidak berjodoh maka dia tidak akan mendapatkannya. Seorang Vajra juga memiliki keunikan dimana energi penyembuhan dari Vajra Master tersebut akan datang bila namanya disebutkan beberapa kali dalam pikiran.

Penyembuhan dengan Tumo

Dalam Tumo penyembuhan dilakukan dengan meniatkan menyalurkan Tumo, kemudian meletakan kedua telapak tangan di ujung tulang punggung (tengkuk) pasien, yang biasa disebut sebagai medulla oblongata. Penyembuhan cukup dilakukan sekitar 15 sampai 20 menit, tergantung dari tingkatan dari praktisi. Semakin tinggi tingkatan seorang praktisi maka akan semakin singkat waktu yang dibutuhkan dalam treatment. Untuk tingkat high respa ke atas, praktisi bisa menggunakan pola energi dalam proses penyembuhan dapat melakukan penyembuhan jarak jauh atau pun penyembuhan dengan pemrograman waktu.

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari

Selain itu praktisi high respa dan yang lebih tinggi dapat menggunakan pola energi untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk materialisasi, perlindungan, pukulan jarak jauh, pengasihan (saya sarankan jangan) serta hal lainnya sesuai dengan kebutuhan. Sebenarnya praktisi tingkat respa juga sudah bisa mengaplikasikan energi Tumo dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal ini selain untuk penyembuhan, tapi tentunya semuanya dilakukan tanpa pola energi. Tentunya aplikasi Tumo yang utama adalah untuk bertahan hidup di daerah yang bersuhu sangat dingin.

Sumber dari kuntumcare.com

Arti dan Prinsip Dasar Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik dapat diartikan suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema/topik pembahasan. Sutirjo dan Sri Istuti Mamik (2004: 6) menyatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan satu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai, atau sikap pembelajaran, serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.

Dari pernyataan tersebut dapat ditegaskan bahwa pembelajaran tematik dilakukan dengan maksud sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk mengimbangi padatnya materi kurikulum.

Disamping itu pembelajaran tematik akan memberi peluang pembelajaran terpadu yang lebih menekankan pada partisipasi/keterlibatan siswa dalam belajar. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar.

Dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan yaitu :
1) bersifat terintegrasi dengan lingkungan,
2) bentuk belajar dirancang agar siswa menemukan tema, dan
3) efisiensi. Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas berikut ini akan diurakan ketiga prinsip tersebut, berikut ini.

1. Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan.

Pembelajaran yang dilakukan perlu dikemas dalam suatu format keterkaitan, maksudnya pembahasan suatu topik dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi siswa atau ketika siswa menemukan masalah dan memecahkan masalah yang nyata dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan topik yang dibahas.

2. Bentuk belajar harus dirancang agar siswa bekerja secara sungguh-sungguh untuk menemukan tema pembelajaran yang riil sekaligus mengaplikasikannya. Dalam melakukan pembelajaran tematik siswa didorong untuk mampu menemukan tema-tema yang benar-benar sesuai dengan kondisi siswa, bahkan dialami siswa.

3. Efisiensi

Pembelajaran tematik memiliki nilai efisiensi antara lain dalam segi waktu, beban materi, metode, penggunaan sumber belajar yang otentik sehingga dapat mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat

Pembelajaran Tematik Pada Kurikulum

Pada Kurikulum Baru untuk SD/MI masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru diberi kewenangan untuk memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.

Metode tematik ini mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran. Selain itu, juga sebuah tema juga mengintegrasikan berbagai konsep dasar yang berkaitan. Siswa tidak belajar konsep dasar secara parsial, sehingga memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada berbagai tema.

Tema-tema pada pembelajaran tematik integratif Kurikulum 2013 berkaitan dengan alam dan kehidupan manusia. Keduanya memberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Penjaskes pada kelas I-III. Kompetensi dasar dari IPA dan IPS sebagai pengikat dan pengembang kompetensi dasar mata pelajaran lainnya. Siswa belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV-VI sudah mulai mampu berpikir abstrak

Inilah daftar tema dan alokasi waktu pada metode pembelajaran tematik integratif di SD Kurikulum 2013

KELAS I 
TEMA WAKTU
1. Diri Sendiri 4 Minggu
2. Kegemaranku 4 Minggu
3. Kegiatanku 4 Minggu
4. Keluargaku 4 Minggu
5. Pengalamanku 4 Minggu
6. Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri 4 Minggu
7. Benda, Binatang, dan Tanaman di sekitarku 4 Minggu
8. Peristiwa Alam 4 Minggu

KELAS II
TEMA WAKTU
1. Hidup Rukun 4 Minggu
2. Bermain di Lingkunganku 4 Minggu
3. Tugasku Sehari-hari 4 Minggu
4. Aku dan Sekolahku 4 Minggu
5. Hidup Bersih dan Sehat 4 Minggu
6. Air, Bumi, dan Matahari 4 Minggu
7. Merawat Hewan dan Tumbuhan 4 Minggu
8. Keselamatan di Rumah dan Perjalanan 4 Minggu



KELAS III
TEMA WAKTU
1. Sayangi Hewan dan Tumbuhan di Sekitar 3 Minggu
2. Pengalaman yang Mengesankan 3 Minggu
3. Mengenal Cuaca dan Musim 3 Minggu
4. Ringan Sama Dijinjing Berat Sama Dipikul 3 Minggu
5. Mari Kita Bermain dan Berolahraga 3 Minggu
6. Indahnya Persahabatan 3 Minggu
7. Mari Kita Hemat Energi untuk Masa Depan 3 Minggu
8. Berperilaku Baik dalam Kehidupan Sehari-hari 3 Minggu
9. Menjaga Kelestarian Lingkungan 3 Minggu

KELAS IV
TEMA WAKTU
1. Indahnya Kebersamaan 3 Minggu
2. Selalu Berhemat Energi 3 Minggu
3. Peduli terhadap Makhluk Hidup 3 Minggu
4. Berbagai Pekerjaan 3 Minggu
5. Menghargai Jasa Pahlawan 3 Minggu
6. Indahnya Negeriku 3 Minggu
7. Cita-citaku 3 Minggu
8. Daerah Tempat Tinggalku 3 Minggu
9. Makanan Sehat dan Bergizi 3 Minggu

KELAS V
TEMA WAKTU
1. Bermain dengan Benda-benda di sekitar 7 Minggu
2. Peristiwa dalam Kehidupan 7 Minggu
3. Hidup Rukun 6 Minggu
4. Sehat itu Penting 7 Minggu
5. Bangga Sebagai Bangsa Indonesia 6 Minggu

KELAS VI
TEMA WAKTU
1. Selamatkan makhluk hidup 6 Minggu
2. Persatuan dalam perbedaan 5 Minggu
3. Tokoh dan Penemu 6 Minggu
4. Globalisasi 6 Minggu
5. Wirausaha 7 Minggu
6. Kesehatan masyarakat 8 Minggu

Perkalian Cepat

Bisakah Anda mengetahui hasil 37 x 33 =…..?
Cara Cepatnya : 37 kan dekat dengan 40, maka 4 x 3 = 12__ __. Nah tentulah 7 x 3 = 21 jadi…,37 x 33 = 1221.
56 x 54 = …(2 second) Cara cepatnya : 56 kan dekat dengan 60, maka 6 x 5 = 30__ __. Nah pastilah 6 x 4 = 24 jadi…,56 x 54 = 3024.

Trik Perkalian 25


Perkalian 25 memang sangat susah
Tapi kalau memakai trik ini, pasti lebih gampang!
Triknya:
: 4 x 100
Apabila sisanya 0, angka 00nya tetap menjadi 00
Apabila sisanya 1, angka 00nya menjadi 25
Apabila sisanya 2, angka 00nya menjadi 50
Apabila sisanya 3, angka 00nya menjadi 75
Contoh:
25 x 12 = …….
Caranya:
12:4×100 =
3×100 = 300
Karena sisa dari 12 dibagi 4 tidak ada (0), maka 00 tetap menjadi 00
Jadi hasilnya 300!
Coba hitung dengan menyusun, pasti benar
Contoh 2:
25 x 11 =….
Caranya:
11:4×100 =
2 (sisanya 3)x100 = 200
Karena 11 dibagi 4 mempunyai sisa 3, maka angka 00 dari bilangan 200 menjadi 75

Trik Perkalian 11


Mungkin perkalian 1 x 11 sampai 9 x 11 sudah kalian hafal.
Karena itu sangat gampang, contoh:
1 x 11 = 11
8 x 11 = 88
9 x 11 = 99
Memang itu gampang, tetapi bagaimana kalau perkalian 10 x 11 sampai 20 x 11?
Caranya:
12 x 11
Tulis angka yang akan dikalikan 11 tapi kosongkan tengahnya!
1_2 (Perhatikan. Di antara 1 dan 2 ada ruang kosong)
Maksud “_” adalah ruang kosong antara 1 dan 2. Jadi bila menulis di buku, gantilah “_” dengan spasi / tempat kosong
Lalu coba jumlahkan kedua angka itu ( 1 + 2).
Hasilnya pasti 3 kan?
Lalu taruh angka 3 di antara kedua angka itu. Lalu itu akan menjadi seperti ini:
Sebelum = 1_2
Sesudah = 132
Tapi apabila perkalian 19 x 11 bagaimana caranya?
Caranya:
Isikan tempat kosong di antara 1 dan 9 (1_9).
Lalu hitung 1 + 9.
Hasilnya pasti 10 kan? Tapi jangan menjawab hasil dari 19 x 11 = 1109!
Tapi caranya begini:
Tulis dahulu di kertas orak-orek angka 10. Lalu masukan angka akhirnya (0) jadinya seperti ini: 109.
Tapi bagaimana dengan angka 1 nya? Caranya tambahkan angka akhir dari 19 (1 nya) dengan angka 1 nya (sisanya).
1 + 1 tentu hasilnya 2 kan? Nah, sekarang kita ganti angka terakhir dari 109 menjadi 2 dan hasilnya menjadi seperti ini:
209.

Membangun Kebiasaan Menulis

1. Menulis Jurnal Pribadi

Banyak orang yang menyamakan menulis jurnal pribadi dengan menulis buku harian. Sedikit mirip memang. Namun, menulis jurnal pribadi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar menulis pengalaman sehari-hari. Kita bisa menganggap jurnal kita sebagai laboratorium kepenulisan, sebuah tempat di mana kita bisa bereksperimen dengan kata-kata, frasa, dan istilah maupun menulis jenis tulisan tertentu.

Bagaimana dengan topik yang ditulis di jurnal pribadi? Apakah topik yang membutuhkan pengetahuan spesifik tentang sebuah hal tertentu, dapat ditulis di jurnal pribadi? Jawabannya, ya dan tidak. Memang, topik yang biasanya ditulis dalam jurnal adalah sesuatu yang berkaitan dengan kesan penulisnya, tentang bagaimana ia memandang sebuah masalah, apa yang berarti baginya, perasaannya, atau tentang orang-orang yang memengaruhi hidupnya. Tetapi tidak selamanya seperti itu. Jika Anda ingin menulis tentang Timlo (makanan khas Solo), misalnya, Anda dapat membaca beberapa artikel yang berkaitan dengan makanan tersebut, dan kemudian menulis topik itu dalam jurnal Anda menurut pengetahuan yang baru Anda dapatkan.

Ada beberapa hal yang perlu diingat ketika menulis jurnal harian. Hal pertama yang harus Anda ingat adalah Anda bebas melakukan apa pun. Tidak ada seorang pun yang akan membaca dan memberi penilaian atas tulisan Anda (kecuali Anda mengizinkannya). Hal lainnya adalah menulislah lebih cepat daripada biasanya. Hal ini akan "memaksa" pikiran Anda untuk mengeluarkan ide-ide, yang bahkan mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Ketika Anda menulis dengan cepat, Anda juga melatih pikiran Anda untuk memilih diksi yang tepat untuk mengungkapkan ide-ide itu, sambil tetap mencari cara untuk tetap setia kepada topik yang sedang Anda tulis.

Usahakan untuk tetap menulis hingga waktu yang Anda tentukan berakhir. Sebelum itu, jangan sekali-kali membaca tulisan Anda, apalagi menyuntingnya. Biarkan semua ide di dalam kepala Anda mengalir bebas ke atas kertas (atau layar komputer Anda). Bebaskan diri Anda sebebas-bebasnya.

Ketika Anda selesai menulis, Anda baru dapat membaca apa yang telah Anda tulis, menyunting, memberi tanda baca yang terlewat, dan merangkum apa yang telah Anda tulis. Setelah itu, jangan lupa memberi tanda pada halaman terakhir di setiap topik yang Anda tulis (jika Anda menulis di buku). Hal ini untuk memudahkan Anda mengakses tulisan dan ide-ide tersebut, sekiranya Anda membutuhkannya suatu hari nanti.

Sepintas lalu, cara ini terlihat agak sedikit "ngawur" atau "suka-suka", tetapi keuntungan menulis jurnal pribadi adalah Anda menolong diri Anda sendiri untuk memunculkan ide-ide baru, membuka sumbat "writer's block" Anda, dan membuat Anda semakin mahir menggunakan pilihan kata yang sederhana.

2. Membuat Kartu-Kartu Pengingat

Cara yang berikut ini adalah cara yang juga dapat dipakai dalam merangsang seseorang untuk disiplin menulis, bahkan cara ini dipakai oleh Elizabeth Gilbert untuk "mengikat" dirinya saat menyelesaikan novelnya yang berjudul "Eat, Love, Pray". Ada sedikit perbedaan antara cara ini dengan cara yang pertama (menulis jurnal). Dalam menggunakan kartu pengingat, Anda diharapkan sudah memiliki draf tulisan Anda. Artinya, Anda sudah memiliki bahan, mengolah bahan-bahan itu, dan menyusunnya ke dalam kerangka karangan. Di kartu-kartu pengingat itulah, nantinya Anda akan menulis draf yang sudah jadi tersebut dan menggunakannya menjadi sesuatu yang "mengikat" Anda. Kartu-kartu pengingat itu disarankan berwarna-warni. Hal itu dikarenakan untuk mempermudah penyortiran, membantu Anda mengingat dan menjaga, agar Anda tidak bosan.

Sebenarnya, inti dari cara ini adalah membuat Anda mengetahui sejauh mana Anda sudah menyelesaikan sebuah proyek menulis (untuk cerita panjang). Tetapi jika Anda ingin memakainya untuk menulis artikel-artikel pendek, Anda dapat memodifikasi penggunaan kartu ini menjadi kartu acak, yang harus Anda ambil setiap harinya dan menulis sesuai dengan draf dan topik yang tertera di kartu tersebut.

3. Membentuk atau Bergabung dengan Komunitas Menulis

Cara ketiga untuk mendorong Anda berdisiplin dalam menulis adalah dengan memiliki komunitas. Dengan memiliki komunitas, Anda memiliki rekan-rekan yang dapat menyemangati Anda untuk terus menulis. Tentu saja hal ini tidak terjadi searah. Anda juga "wajib" memberi semangat kepada rekan-rekan sesama penulis.

Membentuk atau bergabung dengan komunitas penulis tidak hanya membuat Anda memiliki rekan-rekan yang mendukung Anda, tetapi Anda juga dapat terus mengasah pengetahuan tulis-menulis Anda, mempelajari hal-hal yang mungkin baru bagi Anda, dan tentu saja membangun relasi dengan penulis yang lain. Dengan berkomunitas, Anda juga memiliki rekan-rekan penulis yang cukup kompeten untuk menilai tulisan Anda, memberi tahu di mana kelemahan-kelemahan Anda, sekaligus menunjukkan keunggulan Anda yang perlu dipertahankan. Dengan berada dalam komunitas seperti ini, Anda dapat memupuk rasa percaya diri Anda dan pada gilirannya dapat memberi dampak yang positif terhadap kualitas karya tulis Anda.

Meningkatkan Konsentrasi Dalam Belajar

Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pd saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yg hrs dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada beban

Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi org pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan

Jangan Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal belajar dgn aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka bljr sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu stlh bangun tidur langsung belajar yg serius.

Posisi Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus.

Makanan dan Minuman Pendamping
Siapakan makanan dan minuman ringan yang biasa-biasa saja sekedar untuk isi perut dan menghilangkan haus saja. Contohnya seperti singkong rebus sama teh tawar. Ketika lapar dan haus mendera kita akan dengan mudah untuk melenyapkannya.

Tempat yang tenang dan nyaman
Hindari lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah anda di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang.

Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat
Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. misal sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas.

Strategi Menghapal Materi Pelajaran
Jika punya kesulitan menghapal / memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah dimengerti dan dpt dilihat / dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg telah dipelajari, dan lainnya.

Istirahat / Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit spt; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa

Cara Ampuh Meningkatkan IQ Anda

1. Tarik Nafas Dalam-dalam.

Dengan bernafas melalui hidung anda bisa meningkatkan fungsi otak anda dengan cepat. Menarik nafas dalam-dalam memberikan asupan oksigen lebih banyak pada darah anda, dan tentunya pada otak anda. Tingkat oksigen rendah pada darah anda akan mengurangi fungsi otak anda. Jika anda berminat, anda bisa mencoba melakukan olahraga pernafasan.

2. Buatlah Jurnal.

Catharine M. Cox, seorang penulis buku, pernah mempelajari kebiasaan 300 orang jenius – seperti Isaac Newton, Einstein, dan Thomas Jefferson – dan menemukan bahwa semua orang jenius tersebut merupakan penulis jurnal atau buku harian yang rajin. Juga, ingatlah bahwa Thomas Edison menulis 3 juta halaman catatan, surat, dan pemikiran pribadinya dalam ratusan jurnal pribadi sepanjang hidupnya.

3. Belajarlah Sebanyak Mungkin.

Ketika kita mempelajari hal-hal baru, kita menciptakan bagian aliran arus syaraf baru dalam otak kita. Orang yang “pintar” adalah seseorang yang memiliki aliran arus lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Otak manusia akan menciptakan aliran arus syaraf dengan mempelajari hal-hal baru; dan semakin beragam hal yang dipelajari, semakin “pintar” pula otak kita.

4. Belajarlah Membaca Cepat.

Photo Reading merupakan teknik yang sangat mudah dipelajari yang akan membantu anda memproses informasi tertulis dalam jumlah besar lebih cepat dan membantu anda mengingat informasi tersebut lebih baik dibandingkan dengan metode tradisional yang diajarkan di sekolah.

Meskipun kebanyakan teknik membaca cepat mengajarkan anda cara untuk menggerakkan mata anda dengan lebih cepat dalam setiap halaman yang anda baca, Photo Reading merupakan sistem membaca yang mengajarakan anda untuk menggunakan pikiran sadar dan bawah sadar anda ketika membaca. Pada dasarnya, Photo Reading dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan bacaan yang mudah dibaca dengan menerapkan beberapa teknik yang berbeda setiap waktu. Bahan pertama melibatkan pikiran sadar anda dan menggunakan metode lain untuk meningkatkan daya ingat anda dan memahami materi.

5. Ambil Waktu Singkat untuk Beristirahat Secara Berkala.

Belajarlah selama 20 menit lalu ambil waktu untuk beristirahat secara singkat. Metode ini efektif karena hal-hal yang anda pelajari pada awal dan akhir pada sesi belajar anda akan bertahan lebih lama dalam ingatan anda. Anda bisa mengunduh (download) Motivator Software secara cuma-cuma sehingga setiap 20 menit akan muncul pesan pada komputer anda yang mengingatkan anda untuk beristirahat.

6. Gunakan Akronim untuk Mengingat Informasi.

Akronim merupakan bentuk singkatan yang dibentuk dari huruf awal setiap kata. Metode ingatan ini akan membantu anda untuk mempelajari informasi dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Sebagai contoh, “Every Good Boy Does Fine” merupakan akronim yang sering digunakan para musisi untuk mengingat nada dalam kunci tertentu.

7. Sarapan Pagi.

Sarapan telah terbukti dapat meningkatkan daya konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, kinerja mental, daya ingat, dan mood. Sarapan merupakan kesempatan pertama bagi tubuh untuk mengisi ulang level glukosa setelah periode 8 hingga 12 jam tanpa makanan. Glukosa merupakan sumber utama energi bagi tubuh anda.

8. Gunakan Tubuh Anda untuk Membantu Anda Mempelajari Sesuatu.

Gerakan tubuh merupakan proses kunci dalam perkembangan dan proses belajar. Brain Gym (Olahraga Otak) merupakan program olahraga yang sederhana, yang dikembangkan selama 25 tahun oleh para spesialis pendidikan, Dr. Paul Dennison. Brain Gym dapat membantu anda dalam hal-hal sebagai berikut:
- Pemahaman
- Konsentrasi
- Berpikir secara abstrak
- Daya ingat
- Keletihan mental
- Kemampuan menyelesaikan tugas
- Keseimbangan fisik dan koordinasi

9. Meditasi.

Neuropsychologist mengatakan bahwa meditasi dapat mengubah struktur otak anda. Hasil scan MRI dari para meditator menunjukkan kegiatan otak lebih banyak dalam sirkuit otak anda khususnya dalam memperhatikan sesuatu. Ketika suara-suara mengganggu diperdengarkan pada para meditator yang sedang melalui Scan MRI, suara-suara tersebut hanya memiliki pengaruh kecil pada area dalam otak mereka yang melibatkan emosi dan proses pengambilan keputusan dibandingkan dengan orang-orang yang tidak bermeditasi atau meditator yang kurang berpengalaman.

10. Jauhi Makanan yang Mengandung Gula.

Karbohidrat dalam bentuk apapun – seperti pasta, roti putih dan keripik kentang – dapat membuat anda merasa lelah dan malas. Efek dari memakan makanan ini akan membuat anda sulit berpikir jernih. Hal ini merupakan hasil dari insulin yang mengalir dalam darah anda untuk menangkal kadar gula yang terlalu tinggi.

11. Olah Kecerdasan Emosional (EI) Anda.

Selama bertahun-tahun publik memberikan banyak penekanan pada aspek kecerdasan, seperti kemampuan berpikir logis, matematis, pemahaman ruang, analogi, verbal, dan lain-lain. Namun, selama beberapa tahun terakhir, banyak orang merasa mereka membuang potensi yang mereka miliki dengan berpikir, bersikap, dan berkomunikasi dalam cara-cara yang menghambat peluang mereka mencapai kesuksesan. Kecerdasan emosi diakui sebagai kemampuan meta fisik yang memungkinkan anda untuk memanfaatkan kemampuan serta bakat yang anda miliki secara optimal.

12. Manfaatkan Setiap Waktu Anda.

Manfaatkan setiap waktu, contohnya ketika anda menggunakan transportasi publik atau mengantri, secara produktif. Selesaikan teka-teki silang atau Sudoku ketika menunggu di antrian dan dengarkan program audio ketika menggunakan transportasi publik.

13. Jogging.

Seorang pakar menjelaskan bahwa anda bisa meningkatkan mood, mencegah hilang ingatan, mempertajam kecerdasan anda, dan bekerja dengan lebih baik hanya dengan mengolah detak jantung anda dan berkeringat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa olahraga aerobic membentuk kembali otak kita untuk mencapai kinerja optimal.

14. Latih Semua Indra Anda.

Para ilmuwan menemukan bahwa otak manusia belajar paling efektif melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan berbagai indra. Anak-anak dan orang dewasa belajar sangat baik ketika mereka belajar melalui kegiatan yang melibatkan penglihatan, suara, emosi, timbale balik, orientasi ruang, dan bahkan indra pengecap dan perasa.

Mike Adams, seorang penulis buku, menjelaskan dalam bukunya bahwa seorang anak yang diberikan definisi “tanpa bobot” secara verbal memperoleh informasi mengenai kata tersebut melalui 1 dimensi: pendengaran. Jika anda menunjukkan kepada seorang anak film mengenai seorang astronot yang mengapung di luar angkasa ketika anda mengucapkan kata “tanpa bobot”, anda memberikan informasi kata tersebut melalui 2 dimensi; dimana si anak melihat dan mendengar kata tersebut. Dan jika anda menyuruh si anak melompat-lompat menggunakan trampoline dan meneriakkan kata “tanpa bobot” ketika si anak berada di udara, pengertian kata tersebut akan semakin tertanam lebih dalam di otaknya.

15. Latihlah Gelombang Otak Alpha Anda.

Penelitian menemukan bahwa kondisi ideal untuk belajar adalah ketika otak sedang dalam kondisi santai, namun tetap fokus dan terjaga. Dalam keadaan ini gelombang otak berjalan sekitar 8 hingga 12 siklus per detik, yang dikenal dengan istilah kondisi alpha.

16. Konsumsilah Antioksidan.

Antioksidan melindungi sel-sel tubuh anda, termasuk sel otak anda. Beberapa makanan dengan kandungan antioksidan tinggi antara lain: kismis, bluberry, blackberry, bawang putih, cranberry, strawberry, bayam, dan raspberry.

17. Gunakan Intuisi Anda.

Belajarlah untuk menggunakan intuisi menjadi sebuah proses mengumpulkan informasi. Dengan mengandalkan intuisi anda, anda memperluas kewaspadaan dan mengarahkan anda pada alam bawah sadar anda untuk mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar anda.

18. Gunakan Sistem Pembantu Memori.

Sistem pembantu memori, atau yg dikenal dengan istilah system objek angka, merupakan teknik untuk mengingat daftar. System ini bekerja dengan mengingat-ingat daftar kata yang dengan mudah dapat “dikaitkan” dengan angka yang diwakili oleh kata-kata tersebut. (1-10, 1-100, dan seterusnya). Itulah memori anda. Jika anda harus mengingat sebuah daftar dalam waktu singkat, setiap benda dalam daftar tersebut dapat anda sesuaikan dengan angka yang cocok. Setelah anda mengingat-ingat angka-angka tersebut, anda bisa menggunakan angka yang sama berulang kali setiap kali anda perlu mengingat-ingat sesuatu.

Menghadapi Uji Kompetensi Awal (UKA Online) Sertifikasi 2013

Bagi rekan guru yang akan mengikuti sertifikasi 2013 bisa melihat dan memantau secara rutin informasi serta daftar calon peserta sertifikasi 2013 di http://sergur.kemdiknas.go.id. Calon peserta yang sudah terdaftar dan sudah diverifikasi selanjutnya tinggal menunggu jadwal Uji Kompetensi Guru (UKG Online) sebagai tahap seleksi awal penetapan peserta sertifikasi. Bagi yang lulus UKA maka akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu PLPG untuk sertifikasi dengan pola PLPG. Menurut informasi, bahwa UKA akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei ini.

Saya akan berikan tips menghadapi UKG 2013, berikut tips sederhananya :

Walaupun anda belum sertifikasi, biasakan bersikap seperti guru profesional
Yakinkan diri anda bahwa anda mampu melalui semua proses sertifikasi dari mulai UK Awal, PLPG, dan UK Akhir
Anda bisa belajar dengan rekan anda sebelumnya yang sudah lulus sertifikasi
Percaya dirilah bahwa anda mampu mengerjakan soal UKA
Anggaplah UKA ini sebagai batu loncatan untuk ke tahap sertifikasi selanjutnya
Kalau anda memang guru dengan pekerjaan sehari-hari mengajar, maka soal yang anda hadapi nanti semuanya adalah mengenai materi dan pengalaman yang anda alami.
Baca dan pelajari dengan seksama isi dari Kisi-Kisi UKA 2013 sesuai mata pelajaran.
Sebaiknya anda sudah menguasai komputer dan internet, kalau jarang menggunakan komputer mulai sekarang harus lebih akrab dengan komputer
Sering-seringlah membuka internet, cari informasi dan wawasan tentang keguruan dan pendidikan terutama tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh guru profesional
Cek nomor peserta UK dan tempat uji kompetensi (TUK), kemudian catat, simpan, dan ingat selalu nomor peserta dan NUPTK anda.
Cari dan kumpulkan contoh-contoh soal UKA, anda dapat mencarinya di internet
Lihat video tutorial tentang UKG, mulai dari cara membuka/login aplikasi, cara mengerjakan soal, dan cara menyelesaikan/menutup aplikasi.
Ketika anda sudah dapat masuk ke sistem UK online dan menekan tombol "Ikuti Ujian", berarti anda sudah harus siap mengerjakan soal.
Pada aplikasi, lihat data anda, baca petunjuk mengerjakan soal, jumlah soal, dan waktu.
Waktu mengerjakan soal biasanya 120 menit, pergunakan waktu sebaik-baiknya, kerjakan tiap soal secara berurutan. Selalu lihat sisa waktu ujian yang ada pada sistem.
Fokus dan konsentrasi hanya untuk mengerjakan soal, jangan fikirkan tentang ketakutan tentang sistem yang online atau takut tidak lulus.
Berdoalah. Sebagai insan yang beriman kita senantiasa berserah diri kepada Allah SWT
Kalaupun anda belum berhasil, bukan berarti anda tidak mampu. Namun, anda sudah punya satu pengalaman, dan bisa menjadi bekal untuk belajar dan belajar lagi.

Tips Menghadapi PLPG

Untuk menghadapi pelaksanaan PLPG tentu kita harus siap dan menyiapkan diri agar percaya diri (Pede). Tidak ada yang susah jika kita mau berusaha, tapi tidak boleh menganggap mudah hingga tidak ada usaha. Semuanya tergantung pada masing-masing pribadi kita, berusaha sejak dini lebih baik dari pada kita kelabakan setelah berada ditempat PLPG, jangan sampai menyesal dikemudian, cobalah “Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian”.

Untuk mengantisipasi rasa was-was, rasa takut atau mungkin rasa stress sebelum berangkat ketempat tujuan, Kangguru mencoba memberi dorongan dengan beberapa Tip dan Trik Mengikuti PLPG Sertifikasi Guru, antara lain :

Persiapkan pakaian secukupnya untuk selama 10 hari, pada waktu belajar dengan pakaian bebas, rapi dan sopan.; di luar belajar perkirakan saja sendiri.
Persiapkan Ijazah asli yang sesuai dengan A1 dan Kir Dokter, Serta persiapkan alat-alat tulis secukupnya, antara lain : HVS-A4 dan HVS-F4 (bila menggunakan laptop dan printer), kertas dobel folio bergaris (jika ditulis tangan), pulpen, pensil 2B, serutan pensil, penggaris, steples, pisau cuter, lakban, dll.
Tentukan materi pelajaran yang benar-benar anda kuasai dan buatlah sejak sekarang juga sebanyak 3 materi pelajaran, satu materi untuk workshop: Proposal PTK, Silabus. RPP, Materi Ajar, Bahan Ajar, Media Pembelajaran, LKS, Instrumen Penilaian. Jangan berubah materi selama workshop tersebut. Dan ditambah dua materi untuk Feer Teaching (Praktek Mengajar), dua kali feerteaching sebagai latihan dan feerteaching ketiga adalah ujian, jadi disiapkan 3 materi termasuk materi workshop dipakai juga materi feerteaching.Bagi saudaraku yang menggunakan laptop, jangan lupa bawa printer dan perlengkapan secukupnya.
Buatlah dan simpan pada laptop anda dari sekarang juga materi pelajaran seperti tersebut diatas tadi. Serta bawalah dan gunakan laptop selama mengikuti PLPG baik ketika pemberian materi PLPG maupun ketika worksop bahkan jadikanlah media pembelajaran ketika feerteaching. Membawa laptop sangat dianjurkan dan mendapat nilai plus.
Bagi saudaraku yang menggunakan tulis tangan, tulislah dari sekarang juga materi plpg seperti tersebut diatas tadi untuk wokrkshop dan feerteaching agar ditempat PLPG nanti tinggal memperbaiki, bahkan mungkin hanya RPP yang perlu di edit, yang lainnya bisa tinggal pakai. Satu hal lagi yang perlu disiapkan dirumah yaitu LKS dan Lembar Soal masing-masing materi untuk feerteaching. Fotocopy lah sebelum berangkat, untuk masing-masing feerteaching LKS: 4 lembar dan Lembar Soal: 10 lembar. Ingat ditempat PLPG susah dan tidak ada waktu untuk memfotocopy serta berdesakan.
Bacalah materi PLPG sejak dari sekarang untuk memudahkan anda ketika workshop dan Ujian Tulis (UTUL). Soal Utul adalah : 6 soal esay selam 50 menit dan 100 soal pilihan ganda selama 150 menit. Serta feerteaching selama 35 KBM dan 15 menit tanggapan dari tutor serta rekan total 50 menit tiap feerteaching. Materi PLPG 2011 Rayon 134.
Percaya Dirilah (PD) dalam mengikuti PLPG, karena teman ditempat PLPG pun dan materi yang diberikanpun selevel dengan anda yaitu level guru SD. Jangan takut dengan jebakan tutor karena merekapun mengharap anda lulus semua seperti anda mengharap murid anda naik kelas atau lulus semua, pasti pada penilaian harian dibantu kecuali utul karena utul pakai LJK. Dan banyaklah bertanya dan memberikan tanggapan pada tutor karena semua kegiatan dikelas dinlai dan mendapat nilai. Untuk uraian lebih lanjut

Tips Lulus PLPG

Apa yang perlu disiapkan untuk mengikuti PLPG? Tentu alat dan bahan yang diperlukan atau menunjang dalam mengikuti pelaksanaan PLPG yang berbasis workshop, alat dan bahan itu antara lain:

Laptop (membantu ketersediaan bahan (file) yang relevan.
Alat tulis dan buku tulis, kertas folio garis, penggaris, pensil, stapler, dan sejenisnya.
Silabus, contoh RPP, buku pelajaran.
Contoh PTK (pada PLPG akan menerima materi PTK dan ada tugas menulis PTK).
Buku referensi (bahan pustaka penulisan PTK).
Tips Lulus PLPG
Bagaimana tips menghadapi PLPG? Berikut sekedar pendapat barangkali bermanfaat:

Mental dan fisik siap.
Mengikuti semua kegiatan sesuai jadwal PLPG dengan baik.
Setiap tugas dikerjakan ( sesuai kemampuan)
Melaksanakan praktik dengan maksimal.
Aktif dalam partisipasi selama pelatihan (bertanya/menjawab).
Akrab dan sopan dengan sesama peserta (ada penilian dari sesama peserta).
Tidak perlu minder, yakinlah bahwa peserta yang lain “mayoritas” berkemampuan setara dengan kita.
Bersikaplah optimis dan gembira sehingga PLPG bukan sebagai beban berat melainkan merupakan kegiatan semacam “penataran” yang intinya belajar untuk menambah pengetahuan.
Berpikirlah bahwa instruktur PLPG adalah manusia biasa yang juga punya nurani dan “tahu diri” bahwa tugas utamanya adalah “membimbing” bukan “menilai”.
Lihatlah, peserta tahun-tahun lalu yang lulus PLPG, mereka sebenarnya ada yang “di bawah kita”.
Apa lagi ya? Untuk syarat nilai lulus PLPG, digunakan rumus sebagai berikut:

Peserta dinyatakan Lulus apabila SAK ≥ 65,00 dengan SUT ≥ 60,00 dan SUP ≥ 65,00.
Dalam hal ini*):
1) Skor hasil workshop (HW) merupakan rerata dari skor hasil penilaian proses workshop dan skor hasil penilaian produk workshop.
2) Proses workshop dinilai dalam hal:

(a) tanggung jawab,
(b) kemandirian,
(c) kejujuran kerja, dll. Proses workshop ini dapat dinilai dengan menggunakan Instrumen Penilaian Proses Workshop atau IPPW (Lampiran 22 Buku 4). 3) Produk workshop terdiri atas:

(a) rancangan proposal PT/PTK, perangkat pembelajaran (antara lain: silabus dan RPP) bagi guru kelas dan guru mata pelajaran,
(b) rancangan proposal PT/PTK, perencanaan program pelayanan bimbingan & konseling, dan laporan pelaksanaan pelayanan bimbingan & konseling bagi guru BK, dan
(c) rancangan proposal PT/PTK, RPP, RKM, RKA, laporan kepengawasan bagi guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Produk workshop ini dinilai dengan menggunakan instrumen.

Indikator Guru Profesional

7 Indikator Guru Profesional

Memiliki Ketrampilan mengajar yang baik
Guru yang mempunyai kompetensi pedagogik tinggi adalah guru yang senantiasa mempunyai ketrampilan mengajar yang sangat baik, yaitu dengan berbagai cara dalam memilih model, strategi dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar dan karakteristik peserta didiknya.
Memiliki Wawasan yang luas
Seorang Guru hendaknya secara terus menerus mengembangkan dirinya dengan meningkatkan penguasaan pengetahuan secara terus menerus sehingga pengetahuan yang dimilikinya senantiasa berkembang mengikuti perkembangan jaman.
Menguasai Kurikulum
Kurikulum dapat berubah sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan dan masukan para pakar. Saat ini di semua satuan tingkat pendidikan menerapkan KBK/KTSP, sehingga dalam implementasi KBK guru memposisikan sebagai fasilisator dalam proses pembelajaran.
Menguasai media pembelajaran
Guru profesional harus mampu menguasai media pembelajaran, Pengembangan alat/media pembeljaran dapat berbasis kompetensi lokal maupun modern dan berbasi ICT. Saat ini Dinas Pendidikan Kota / Kabupaten telah mewajibkan guru tersertifikasi memiliki laptop guna meningkatkan kuaitas pembelajaran.
Penguasaan teknologi
Penguasaan teknologi mutlak diperlukan oleh guru. Guru hendaknya menguasai materi dan sekaligus metode penelitiannya sesuai dengan kedalaman materi yang diajarkan. jaringan dengan Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Instansi yang terkait lainnya.
Memiliki kepribadian yang baik
Jika seorang pendidik mempunyai karakter seperti diatas, akan disenangi oleh peserta didik, dengan sendirinya akan disenangi ilmu yang diajarkannya juga. Banyak siswa yang membenci suatu ilmu atau materi pembelajaran karena watak gurunya yang keras, kasar dan cara mengajar guru yang sulit. Nah dan disisi lain pula siswa menyukai dan terarik untuk mempelajari suatu ilmu atau mata pelajaran, karena cara perlakuan yang baik, kelembutan, keteladanannya yang indah dari gurunya.
Menjadi teladan yang baik
Guru hendaknya menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya. Untuk memperoleh jawaban tentang ciri-ciri ideal seorang guru yang dapat dijadikan teladan oleh peserta didik, peling tidak harus melakukan pendekatan terhadap peserta didiknya.

Guru yang Berkualitas

1. Memperhatikan Pribadi Murid
Guru yang efektif dan profesional amat care (perhatian) pada pribadi para peserta didiknya dan menampakkan hal itu sehingga para peserta didik merasakannya. Perhatian personal seperti ini paling dapat dirasakan dari tatapan mata di antara guru dengan para pserta didiknya: tatapan mata perhatian dan suportif. Guru yang sungguh memerankan “caring” akan lebih sering memberikan peneguhan dan dorongan semangat. Karakteristik dari “caring” ini banyak bentuknya, seperti: kesabaran, kepercayaan, kejujuran dan keberanian; juga mendengarkan dengan empatik, memahami, mengenal masing-masing peserta didik secara individu, hangat dan penyemangat; dan di atas semuanya itu, cinta pada pribadi peserta didik.

a. Mendengarkan (Listening)
Guru yang efektif mampu mendengarkan penuh empatik, tidak hanya mendengarkan apa yang terjadi di dalam kelas, tetapi terlebih tentang kehidupan peserta didiknya secara umum. Sikap dan tindakan berarti menghargai tiap hal yang diungkapkan oleh sang peserta didik. Para pserta didik butuh perhatian dan pendampingan, dan mereka amat menghargai guru yang baik dan suka menyemangati. Dalam tindakan seperti itulah tampak bahwa guru itu sungguh care atau tidak terhadap peserta didiknya.
b. Memahami (Understanding)
Peserta didik sangat menghormati guru yang memahami apa yang menjadi masalah dan pertanyaan mereka. Hasil wawancara dengan pserta didik secara konsisten menampakkan bahwa para siswa ini menginginkan guru yang dapat mendengarkan keluh kesah, pemikiran, dan masalah mereka serta dapat membantu mereka mencari jalan keluar darinya. Para siswa merindukan sosok guru yang mengembangkan sikap saling menghargai antar guru-siswa, merindukan sosok yang berbagi tentang hidup pribadi dan pengalamannya. Guru yang siap sedia untuk siswa juga mendapatkan nilai penghargaan yang tinggi. Peserta didik ingin melihat guru sebagai pribadi yang autentik dengan perhatian dan empati yang tulus terhadap anak didiknya.

c. Mengenal Murid (Knowing Students)
Guru yang efektif dan care mengenal sungguh muridnya secara formal maupun informal. Dia menggunakan kesempatan untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka dengan anak didik. Dia tahu siswanya secara individual, tidak hanya mengerti masing-masing gaya belajar dan kebutuhan akademiknya, tetapi juga mengenal mereka secara personal, apa yang mereka suka atau tidak suka, situasi dirinya yang bisa jadi mempengaruhi perilaku dan penampilannya di sekolah. Guru yang efektif mengenal mereka pertama-tama sebagai person, baru kemudian sebagai siswa.

2.Menghargai dan Memperlakukan Secara Sama Masing-Masing Pribadi
Guru yang efektif mengerti sungguh bagaimana menjaga kredibilitas dirinya. la akan berusaha untuk menekankan nilai-nilai penghargaan dan perlakuan yang sama kepada tiap-tiap pribadi muridnya. Selain itu, la pun menjadi model dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut. Murid sangat menghormati guru yang memperlakukan mereka secara adil, tidak pilih kasih. Dan kalaupun ada anak yang bertindak keliru, akan lebih dihargai oleh siswa jika guru tidak menasihatinya di depan seluruh kelas atau di depan teman-temannya, melainkan ia berbicara berdua dari hati ke hati, lalu mengatakan apa yang keliru serta memberikan masukan untuk tindakan yang benar dan baik. Siswa sangat menghargai guru yang tidak membeda-bedakan mereka berdasarkan ras, latar belakang budaya, dan gender.

3. Interaksi Sosial dengan Murid
Interaksi sosial dengan siswa adalah kesempatan baik bagi guru untuk mengembangkan perhatian, perlakuan yang adil, dan rasa hormat pada anak didiknya. Kemampuan seorang guru untuk melakukan interaksi positif dan hubungan yang saling menghargai, sungguh memainkan peranan yang kuat dalam menumbuhkan suasana pembelajaran yang positif dan meningkatkan keberhasilan siswa. Kehadiran guru dalam kegiatan olah-raga, konser musik, atau acara-acara yang melibatkan partisipasi siswa, amatlah berharga bagi anak didik. Interaksi sosial yang konstruktif antara guru dan siswa tidak hanya memberi sumbangan positif terhadap proses pembelajaran dan pencapaian belajar murid, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri siswa dengan cara menumbuhkan dalam diri mereka rasa memilki kelas dan sekolah (sense of belonging). Dan melalui interaksi sosial seperti ini, guru dengan lebih mudah memberikan tantangan yang realistis kepada masing-masing siswa untuk meraih sukses.

4. Mendorong Antusiasme dan Motivasi untuk Belajar
Guru dapat dengan lebih efektif memotivasi murid dengan cara mendorong mereka untuk secara pribadi bertanggung jawab atas cara belajar, cara mengatur suasana kelas, menetapkan standar yang cukup tinggi, melontarkan tantangan-tantangan, ser­ta memberikan penguatan dan semangat dalam mengerjakan tugas-tugas. Siswa akan melihat sosok guru yang efektif seperti ini sebagai sosok pemimpin yang memotivasi. Meskipun sadar bahwa ada beberapa murid mungkin lebih suka duduk tenang, guru yang efektif tidak berhenti untuk terus memberikan moti­vasi dan melibatkan anak itu.
juga karena sadar bahwa tiap-tiap siswa punya level motivasi yang berbeda-beda, sang guru dapat secara kreatif menemukan strategi yang cocok untuk masing-masing. Ia tahu bagaimana memberikan dukungan kepada siswa yang sudah memiliki motivasi intrinsik; sekaligus ia terus mencari jalan bagaimana memberikan motivasi ekstrinsik bagi siswa yang membutuhkannya.
Guru yang efektif mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan membekali para siswa dengan keahlian strategi belajar sesuai kapasitas dan interes masing-masing individu. Sejalan dengan tindakan menyediakan keahlian strategi belajar, tindakan melatihkan proses berpikir yang lebih tinggi akan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, selalu baru, dan tidak membosankan. Guru yang memiliki dan menampakkan api semangat hidup dan antusiasme merupakan faktor yang amat penting dalam memperkuat motivasi anak didik,

5. Sikap terhadap Profesi Mengajar
Guru yang efektif memiliki dedikasi tinggi kepada pribadi siswa dan terhadap tugas mengajarnya. Dalam dirinya tertanam sikap bahwa ia bertanggung jawab atas keberhasilan anak-anak didiknya. Ia mengusahakan berbagai strategi pembelajaran un­tuk melayani kebutuhan cara belajar muridnya yang bervariasi, dengan satu tujuan: anak didiknya sukses.
Guru yang efektif suka bekerja secara kolaboratif dengan kolega staf pendidik, suka berbagi ide, mau membantu teman yang kesulitan, dan terlebih membantu guru yang masih baru. la selalu terbuka dan ingin terns mengembangkan dirinya sebagai guru yang profesional, misalnya: mengikuti seminar, workshop, training, pengembangan profesionalitas guru, dan sebagainya. Ia menuntut dirinya sendiri untuk tiada henti belajar dan mengem­bangkan diri sebagaimana ia menuntut murid-muridnya untuk belajar dan berkembang.

6. Sikap Reflektif
Guru yang efektif juga memperlihatkan sikap dan tindakan hidup reflektif. Ia selalu mengevaluasi kinerjanya dan proses mengajarnya di kelas. Ia juga melakukan evaluasi diri dan kritik diri sebagai alat bantu untuk mengupayakan yang lebih baik di hari esok. Guru yang reflektif akan memotret dirinya sebagai murid yang belajar. Ia selalu ingin tahu hal-hal baru tentang seni dan teori mengajar, juga tentang dirinya sendiri sebagai guru yang efektif. Secara berkesinambungan ia mengembangkan pembelajaran dan mencoba pendekatan-pendekatan baru agar semakin dapat melayani kebutuhan masing-masing siswanya dengan lebih baik.

Riset mendefinisikan guru reflektif sebagai pribadi yang introspektif, artinya : mereka selalu mencari pemahaman yang lebih mendalam akan pengajaran melalui studi lanjut atau membaca buku-buku profesionalitas. Dengan cara melakukan refleksi setiap waktu, guru berkehendak untuk menjadi pendidik yang lebih baik dan menanamkan sesuatu yang berbeda (sesuatu yang positif) dalam hidup para muridnya. Guru yang efektif membuka hati terhadap masukan dan kritik konstruktif demi perkembangan pribadi dan keterampilannya; lalu mereka akan merefleksikannya dan belajar untuk berubah ke arah yang lebih baik.