MENGELOLA KERIBUTAN SISWA DI KELAS

Keributan siswa di kelas saat proses belajar berlangsung sangat sering terjadi. Tetapi keributan siswa di kelas saat KBM berlangsung tidak selalu mengindikasikan jeleknya kualitas mengajar atau KBM yang sedang berlangsung. Bahkan pada tataran dan taraf tertentu keributan tersebut justru menunjukkan kreativitas para peserta didik. Karenanya, siapa saja yang menjadi pemeran dalan proses belajar mengajar hendaknya mampu mengelola keributan siswa di kelas

Berikut beberapa teknis yang bisa diterapkan untuk mengelola keributan siswa di kelas agar menjadi lebih kondusif:

Berilah siswa pemahaman bahwa mereka boleh berkomunikasi dengan temannya saat pelajaran berlangsung sehingga keributan yang terjadi memang keributan yang terkait dengan pelajaran.

Buatlah indikator tingkat keributan yang bisa ditoleransi dan tingkat keributan yang harus dihindari.

Saat terjadi keributan, jangan memukul-mukul meja atau apa saja yang justru akan menambah suasana menjadi ramai dan tidak kondusif.

Mengelola keributan siswa di kelas dengan tindakan yang disenangi oleh anak dan mereka mudah melakukan instruksi yang kita lakukan. Contoh dari teknik ini antara lain:

mengajak anak menjawab halo ketika mereka mendengar suara halo dari kita. Hal ini akan lebih efektif ketika disepakati terlebih dahulu di awal pelajaran

buatlah sebuah tepuk permainan yang bisa dikerjakan dengan mudah oleh peserta didik sehingga saat sebagaian besar siswa mengikuti intruksi kita, siswa yang ramai pun akan segera mengikutinya

Ajak siswa melakukan gerakan yang sama, misal angkat tangan bersama, berdiri melambaikan kedua tangan dengan tanpa mengeluarkan suara dan sebagainya

Hindari mendiamkan siswa dengan cara teriak-teriak. Cara ini justru akan menjadikan keributan kelas semakin bertambah

Berilah reward bagi siswa yang bisa menjaga diri dari membuat keributan dan mampu memahami pelajaran dengan baik.

Jika mampu mengelola keributan siswa di kelas dengan efektif maka dipastikan dampak negatif dalam pembelajaran dapat diminimalisir sehingga hasil pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan harapan.