Teknik Apersepsi

Dalam sejarahnya, orang yang pertama kali mengenalkan istilah teori apersepsi adalah Johan Friedrich Herbart ( 1776-1841 ), seorang psikolog, filsuf, sekaligus guru ahli yang berasal dari Jerman. Kenyataan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran sangat dinamis dan kompleks sehingga sulit dijelaskan secara sederhana, telah mendorong Herbart untuk menemukan teori apersepsi.

Salah satu teknik apersepsi yang bisa dilakukan adalah Fun Story ( cerita lucu ). Fun story yang disampaikan oleh guru pada 5 menit sebelum belajar dimulai kan dapat membuat otak anak siap untuk belajar. Dengan cerita lucu anak akan merasa relaks dan senang yang ditandai dengan rona wajah yang ceria, tersenyum, bahkan tertawa. Munif Chatib menyebut kondisi tersebut sebagai Zona Alfa. Kondisi alfa adalah tahap paling iluminasi ( cemerlang ) proses kreatif seseorang. Kondisi ini dikatakan sebagai kondisi paling baik untuk belajar.

Fun story ( cerita lucu ) sebagai salah satu teknik apersepsi, bisa diperoleh dengan berbagai cara. Seperti dari pengalaman pribadi, cerita dari pengalaman orang lain, buku-buku humor, internet, dll. Yang terpenting ada kemauan kuat dari guru untuk mendapatkannya.